Cara Melihat Ketersediaan Market, Faktor Penting Supaya Proyekmu Sukses

Pentingnya ketersediaan market

Market, sesuatu yang amat penting diperhatikan oleh seorang developer properti ketika akan memulai proyek. Tepatkan ketersediaan market.

Apakah ada orang yang sedang membutuhkan rumah di sekitar lokasi rencana proyek? Pertanyaan besar inilah yang harus dijawab ketika akan membuka sebuah proyek.

Dari mana bisa dilihat ketersediaan market ini? Mudah sebenarnya, hal ini bisa dilihat dari keberadaan aktivitas publik di sekitar lokasi.

Aktivitas publik itu misalnya stasiun kereta api atau commuter line, disebut juga kereta listrik (KRL), stasiun MRT (mass rapid transit), stasiun LRT (light rail transit), pintu tol,pabrik atau kawasan industri, sarana layanan publik dan lain-lain. (more…)

Begini Cara Menawarkan Perumahan Kepada Instansi Atau Konsumen Kolektif

mendapatkan konsumen kolektif

Membuat penawaran langsung

Menawarkan rumah secara kolektif kepada instansi atau konsumen kolektif lainnya dapat dilakukan dengan cara membuat penawaran langsung.

Penawaran tersebut dibuat tertulis dan dan dilampirkan detil tentang perumahan.

Detil tersebut diantaranya adalah nama perumahan, alamat lokasi, jumlah unit yang dikembangkan, harga dan tipenya dan fasilitas apa saja yang disediakan oleh pengembang di perumahan tersebut. Detil-detil tersebut dirangkum dalam sebuah proposal.

Tak lupa dalam proposal pengajuan kerjasama tersebut juga dicantumkan selling point atau kelebihan perumahan dibandingkan perumahan lain. Itulah alasan mereka harus membeli di perumahan kita.

Sebaiknya penawaran ini dikirim secara langsung sehingga bisa diketahui respon dari calon konsumen tersebut. Langkah lanjutannya, jika penawaran disetujui maka akan diadakan MoU pembelian rumah. (more…)

Cara Membuat Surat Pemesanan Rumah

Surat Pemesanan Rumah (SPR) adalah langkah awal terjadinya penjualan. Karena di dalam SPR tercantum niat dari calon konsumen untuk membeli rumah yang disertai dengan pembayaran booking fee.

Dengan adanya SPR dan pembayaran booking fee maka si konsumen sudah setuju dengan syarat-syarat pembelian dan sudah menentukan pilihan unit.

Oleh karena itu di dalam SPR harus lengkap menyatakan informasi tentang calon konsumen dan informasi tentang unit yang akan dibeli.

Besarnya booking fee

Besarnya booking fee tergantung developer saja, tidak ada aturan tertulis tentang besarnya booking fee tersebut.

Tetapi ada jumlah wajarnya. Misalnya untuk harga rumah di bawah 500 juta, maka wajar jika booking fee sebesar 2 sampai dengan 5 juta rupiah. (more…)

Nikmati Gurihnya Bisnis Properti

Bisnis properti menjelma menjadi bisnis primadona belakangan ini. Ada yang memilih sebagai investor properti, pengembang atau pilihan lainnya di bisnis properti.

Berbisnis properti sebagai seorang investor

Apabila ia seorang investor, ia memilih investasi properti sebagai portofolio investasinya.

Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan properti terutama berupa residensial di daerah perkotaan.

Tingginya permintaan terhadap properti ini dipicu oleh meningkatkan jumlah masyarakat golongan menengah yang membutuhkan properti.

Mereka umumnya berada di usia muda yang sudah sukses dalam berbisnis atau menempati posisi strategis di perusahaan. Generasi milenial orang melabeli mereka. (more…)

Pentingnya Berita Acara Serah Terima Bangunan dan Prosesnya

Berita acara serahterima (BAST) bangunan sangat penting posisinya dalam hubungan kontrak kerja antara penerima dan pemberi kerja.

Dalam hal ini penerima kerja adalah kontraktor dan pemberi kerja adalah developer.

Pentingnya BAST ini karena di dalamnya terdapat kesepakatan bahwa pekerjaan sudah selesai dikerjakan oleh pelaksana dengan demikian maka segala hak kewajiban para pihak sudah harus juga dibereskan.

Hak kontraktor

Misalnya hak kontraktor atas pembayaran harus dibayarkan seluruhnya, kecuali retensi sesuai dengan yang disepakati dalam kontrak.

Karena di dalam sebuah kontrak pelaksanaan pekerjaan fisik selalu ada pembayaran yang ditahan oleh pemberi kerja sampai dengan waktu yang disepakati. (more…)

Perhatikan Jaringan Listrik Jika Akan Mengakuisisi Lahan

Nah, ini penting juga diperhatikan ketika akan mengakuisisi lahan untuk dijadikan proyek perumahan atau proyek properti lainnya. Yaitu ketersediaan jaringan listrik yang dekat dengan lokasi.

Ketersediaan jaringan listrik ini menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika akan membangun proyek di lokasi yang agak jauh dari keramaian, dimana belum tersedia sarana dan prasarana yang memadai.

Untuk lokasi yang berada dekat dengan keramaian sudah dipastikan sudah ada jaringan listrik.

Jika tidak ada jaringan listrik dekat lokasi. Resikonya akan membutuhkan biaya yang besar untuk menyediakan jaringan listrik.

Ini sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk menyediakan jaringan listrik beberapa developer mengeluarkan biaya ekstra, misalnya untuk membeli tiang, kabel dan aksesoris lainnya.

Sebenarnya hal itu menjadi tanggung jawab pemerintah melalu PLN untuk menyediakan jaringan listrik bagi warga negara, tak peduli berapa pun biayanya.

Berapa biaya memasang sambungan listrik?

(more…)

Cara Mudah Berternak Properti Ala Developer

Berternak Properti mudah dilakukan jika dirimu adalah seorang pengembang properti. Apa maksudnya berternak properti?

Maksudnya adalah dirimu memiliki banyak properti di berbagai lokasi. Layaknya orang berternak tentu memiliki banyak ternak.

Karena ini adalah berternak properti maka yang menjadi ternaknya adalah properti, bukan hewan ternak.

Bagaimana caranya berternak properti? Caranya mudah, yaitu dengan cara tidak menjual semua produkmu ketika dirimu membangun proyek. Sisakan beberapa unit di tiap lokasi.

Misalnya membangun proyek perumahan di Pulapuang limapuluh unit maka sisakan tiga atau empat unit untuk tidak dijual.

Mungkin untuk disewakan atau biarkan dalam bentuk kaveling kosong. (more…)

Fakta Ekonomi Aset Properti: Resiko Investasi Rendah

Berinvestasi di properti relatif lebih aman jika dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Dalam properti tidak mengenal fluktuasi harga dalam jangka pendek seperti yang acap terjadi pada investasi saham.

Namun sebenarnya harga properti bisa saja terjadi penurunan apabila terjadi bubble (menggelembung) properti.

Bubble terjadi salah satunya disebabkan oleh harga yang sudah terlalu tinggi sehingga harga tersebut sudah tidak menggambarkan harga sebenarnya. Sementara pembeli properti didominasi oleh spekulan yang bernama investor.

Apabila investor properti membeli properti dengan KPR

Akhirnya tidak ada lagi yang sanggup membeli properti sehingga harga menjadi jatuh. Kondisi ini diperparah jika para investor membeli properti dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Ujung-ujungnya terjadi kredit macet karena investor tidak sanggup membayar utangnya dengan jaminan properti. (more…)